Ini Dia Teknik Pemasangan dan Jenis Mesin Las Pipa HDPE

Ini Dia Teknik Pemasangan dan Jenis Mesin Las Pipa HDPE - Seiring dengan kebutuhan pipa yang meningkat, ada semakin banyak jenis pipa yang bisa Anda temukan di pasaran. Mulai dari pipa PVC hingga pipa HDPE yang menjadi primadona. Sama-sama terbuat dari bahan thermoplastic, ternyata ada banyak keunggulan pipa HDPE ini dibandingkan dengan pipa berbahan plastik lainnya. Berikut ini ulasannya lebih lanjut.

Spesifikasi dan Keunggulan Pipa HDPE

Pipa HDPE diberi nama berdasarkan bahan bakunya yaitu High Density Polyethylen. Pipa yang berasal dari bahan thermoplastic ini banyak digunakan karena memiliki kualitas food grade yang baik dan tidak mencemari air bersih. Selain itu, harga dari pipa HDPE ini terbilang cukup terjangkau menjadikannya pilihan bagi penggunaan rumah tangga maupun industri kecil dan menengah. Anda mungkin akan membutuhkan mesin las pipa HDPE dalam pemasangan instalasinya.

Tidak hanya berkualitas dengan harga terjangkau, pipa HDPE terkenal dengan ketahanannya yang prima dan dapat bertahan hingga 50 tahun pemakaian. Hal ini disebabkan karena pipa HDPE memiliki karakteristik yang tidak mudah rusak dan pecah saat digunakan. Berbeda dengan pipa berbahan thermoplastic lainnya, pipa HDPE tidak mengeluarkan senyawa kimia berbahaya saat terpapar panas dalam waktu lama. Bahkan pipa ini dapat bertahan di suhu lingkungan maksimal 60 derajat celcius.

Selain itu, pipa HDPE juga lebih fleksibel dan dapat menyesuaikan dengan medan yang tidak rata. Hal ini membuat pipa HDPE sangat cocok digunakan di Indonesia dengan lokasi instalasi yang tidak datar atau memiliki ketinggian yang tidak sama. Umumnya, pemasangan pipa HDPE tidaklah sulit. Hanya beberapa kondisi tertentu yang membutuhkan mesin las pipa HDPE dalam instalasinya.

Jenis Pipa HDPE

Pipa unggulan ini terbagi menjadi tiga jenis berdasarkan dengan penggunaan, tekanan air yang diperlukan serta kemasannya. Berdasarkan penggunaan, pipa HDPE dapat dibagi menjadi tiga jenis. Pipa HDPE untuk saluran air bersih dan pipa untuk saluran gas. Pipa HDPE untuk saluran air bersih umumnya berwarna hitam dengan diameter hingga 24 inch. Ada pula pipa berwarna putih dengan diameter lebih kecil yang bisa menjadi instalasi air skala kecil. Sedangkan pipa HDPE untuk saluran gas bertekanan tinggi berwarna kuning dan memiliki spesifikasi khusus sesuai dengan tekanan gas yang dibutuhkan.

Selain digunakan sebagai saluran gas bertekanan, pipa HDPE juga dapat digunakan sebagai saluran air bertekanan. Pipa jenis ini biasanya memiliki spesifikasi ketebalan tertentu untuk menahan tekanan air dengan baik. Ada pipa jenis PN-8 yang digunakan untuk saluran air bertekanan rendah hingga PN-12 yang digunakan sebagai saluran air bertekanan tinggi. Dalam pemasangan pipa HDPE bertekanan tinggi, Anda perlu menggunakan mesin las pipa HDPE untuk memastikannya terinstalasi dengan baik.

Jenis terakhir dari pipa HDPE dibagi berdasarkan kemasannya. Ada dua jenis pipa HDPE dalam spesifikasi ini. Pertama berbentuk batangan dengan panjang mulai dari 6 hingga 12 meter. Dan berbentuk rol dengan panjang hingga 50 meter. Anda dapat memilih jenis pipa HDPE dengan spesifikasi seperti apa yang Anda butuhkan.

Baca Juga Artikel Ini : Teknik-Teknik Dalam Penyambungan Pipa HDPE

Teknik Pemasangan Pipa HDPE

Setidaknya ada tiga jenis teknik pemasangan pipa HDPE yang bisa Anda gunakan. Mechanical joint, butt fusion dan electro fusion. Cara pemasangan ini tergantung dengan jenis pipa HDPE dan kebutuhan penggunaan yang Anda perlukan. Misalnya saja pemasangan dengan teknik mechanical joint atau fitting compression yang tidak memerlukan mesin las pipa HDPE. Teknik yang satu ini sangatlah mudah dan direkomendasikan untuk pipa dengan diameter 20 hingga 63 milimeter.

Anda hanya perlu membuka compression collar, membuka union dan ring penjepit pada pipa. Sambungkan dengan pipa lainnya kemudian pasang kembali bagian union dan penjepit pada tempat yang tepat. Setelah selesai, pasang kembali compression collar dan kencangkan pipa dengan tangan atau alat pengencang. Lakukan hal yang sama pada pipa lainnya yang ingin disambungkan.

Teknik selanjutnya adalah butt fusion. Teknik ini merupakan cara penyambungan menggunakan mesin las pipa HDPE dengan memanaskan kedua ujung pipa lalu disambungkan. Teknik ini digunakan untuk menyambungkan pipa dengan diameter 63 milimeter ke atas. Alat yang digunakan untuk melakukan penyambungan ini disebut butt fusion.

Teknik lainnya adalah electro fusion. Jika teknik butt fusion memanfaatkan energi panas, maka teknik electro fusion menggunakan aliran listrik pada tiap ujung pipa sehingga pipa dapat tersambung dengan baik. Cara penyambungan ini digunakan untuk menyambungkan pipa dengan diameter di atas 63 milimeter. Alat electro fusion ini akan berindikator kuning jika proses penyambungan telah sempurna.

Beberapa cara pemasangan di atas bisa Anda kombinasikan sesuai dengan kebutuhan. Misalnya saja memasang beberapa bagian dengan menggunakan teknik mechanical joint dan menggunakan teknik butt fusion pada bagian lainnya. Pemasangan dengan teknik butt fusion ataupun electro fusion menggunakan mesin las pipa HDPE dengan spesifikasi khusus. Apapun teknik pemasangan yang Anda pilih, pastikan instalasi ini dipasang oleh profesional untuk mencegah terjadinya kebocoran atau kerusakan pada pipa karena pemasangan yang salah.

Jenis Mesin Las untuk Pipa HDPE

Sesuai dengan beberapa teknik pemasangan pipa HDPE, setidaknya ada dua jenis mesin las yang digunakan untuk menyambungkan pipa thermoplastic ini. Pertama, mesin electro fusion dan yang kedua adalah mesin butt fusion. Electro fusion merupakan mesin untuk menyambungkan pipa HDPE dengan mengalirkan listrik antara dua pipa untuk pemasangannya. Mesin electro fusion ini memiliki banyak keunggulan seperti pipa yang disambungkan dengan teknik ini lebih kuat dan tidak memerlukan waktu lama untuk proses penyambungannya.

Sedangkan mesin las pipa HDPE selanjutnya adalah mesin butt fusion. Jika electro fusion menggunakan tenaga listrik untuk menyambungkan antar pipa, mesin butt fusion ini berfungsi memanaskan ujung pipa kemudian menyambungkannya dengan teknik tekanan. Berbeda dengan mesin electro fusion yang langsung menyambungkan kedua pipa secara langsung, penggunaan butt fusion membutuhkan waktu antara pemanasan dengan pendinginan untuk menyambungkan kedua pipa dengan sempurna. Jika jarak waktu ini tidak diperhatikan dengan baik, sambungan antar pipa bisa terbuka.

Namun jika proses ini berlangsung dengan baik, maka kekuatan sambungan ini akan sama seperti ketahanan baban pipa secara keseluruhan. Mesin butt fusion sendiri memiliki tiga jenis cara penyambungan mulai dari manual, semi otomatis hingga otomatis. Teknik pemanasan dan tekanan ini sering menjadi pilihan karena ketahanan sambungan menggunakan mesin butt fusion sangat prima.

Apapun teknik pemasangan serta mesin las pipa HDPE yang digunakan, Anda perlu melakukan penyambungan antar pipa dengan berhat-hati. Baik secara manual hingga otomatis. Karena sambungan antar pipa sangat penting untuk kelancaran penggunaan pipa di masa yang akan datang serta memastikan ketahanan pipa HDPE yang telah terpasang.

Memiliki banyak keunggulan dari spesifikasi yang ditawarkan, tak heran jika pipa HDPE menjadi pilihan instalasi saluran air rumah dan industri. Memiliki ketahanan yang prima, tidak mencemari air, fleksibel serta tahan berada di lingkungan bersuhu tinggi adalah beberapa alasan dipilihnya pipa HDPE. Anda dapat memilih teknik penyambungan menggunakan mesin las pipa HDPE atau secara manual. Pastikan penyambungan dan pemasangan pipa HDPE dilakukan oleh profesional agar instalasi terpasang dengan baik dan memiliki ketahanan yang prima.

Ini Dia Teknik Pemasangan dan Jenis Mesin Las Pipa HDPE

 

 

error: Content is protected !!